Bosan nulis genre yang itu-itu aja? Untuk ngilangin rasa bosan, kamu pasti pernah kepikiran pengen bereksperimen, menggabungkan dua atau tiga genre sekaligus.

Mixing genre itu sah-sah aja, kok. Bikin genre ceritamu jadi lebih menarik kalau kamu mencampurnya dengan pas.

Tapi harus hati-hati. Sebab, penulis jadi sering kebablasan, menulis sampai membengkokkan genre utama. Alhasil, campuran genre jadi merusak fokus cerita. Kamu sendiri pasti jadi bingung karena cerita nggak sesuai garis besar utama, dan pembaca juga bertanya-tanya karena mood berubah tiba-tiba.

Jadi gimana caranya biar kita sukses menyatukan genre? Kuncinya ada di artikel “Tips Menggabungkan Genre Novel” ini. Yuuk, kita bahas dengan sederhana!

Baca juga : 3 Elemen Romansa Gelap yang Nempel di Hati Pembaca

1. Campuran Genre Itu Kreatif Kalau …

Syarat utamanya satu: Genre penambah cuma jadi bumbu, bukan rebutan spotlight.

Sering kita jumpai, penulis yang awalnya sudah membuat kerangka romansa urban misalnya, ingin membuatnya sedikit berbeda dengan campuran romansa gelap, horor, atau sci-fi. Tapi, penulis malah kebablasan mengikuti alur cerita sisipan.

Ketidaksengajaan ini memang bisa menambah ide, tapi apa kamu yakin ini cerita yang sesuai dengan kerangka awal? Kan, aneh kalau beloknya kekencengan, hehe.

Rumus: 65% Genre Utama, 35% Genre Sisipan

Dari genre romansa urban, merambah ke romansa gelap atau thriller itu it’s ok. Yang jadi masalah adalah kalau kamu terlalu menonjolkan genre sisipan.

Kalau dipersenkan, mungkin sekitar 65% untuk genre utama, dan 35% untuk genre sisipan.

Contoh Penerapan: Misalnya kamu nulis romansa urban tapi ditambahkan bumbu romansa gelap:

  • Fokus Utama (65%): Tetap pada hubungan sehat, tarik ulur perasaan, atau malu-malu kucing.
  • Bumbu Tambahan (35%): Berikan kesan gemas-gemas menegangkan. Misalnya kecemburuan ekstrim atau menjadi penguntit.

Deskripsikan selembut mungkin dengan tone romansa urban. Ingat, genre sisipan hanya untuk bumbu.

Jaga Mood Tetap Stabil

tips menggabungkan genre novel jaga mood

Buat suasana ceritanya stabil. Narasi, setting tempat, dan emosi tokoh diceritakan tetap natural tanpa distorsi.

Kalau genre awalmu romansa urban, kamu tetap harus menggambarkan drama realistis perkotaan. Jika fondasi ini kuat, campuran genre lain pasti terasa hanya menjadi penambah.

2. Campuran Genre Merusak Fokus Kalau …

Hati-hati, eksperimenmu bisa jadi bumerang kalau terjadi dua hal ini:

A. Terbawa Arus Genre Sisipan

Ini akan kacau kalau kamu terbawa genre sisipan tanpa bisa dikendalikan.

Contoh fatal: Genre awal Dark Romance, tiba-tiba berubah jadi komedi slapstick. Pembaca pasti langsung bertanya-tanya karena ini bukan build-up yang kamu bangun dari awal. Jangan sampai ceritamu belok hanya karena terseret dialog atau setting sesaat.

B. Dua Genre Saling Tarik Menarik

Misalnya: Cerita mau romantis tapi malah full action kayak Marvel. Atau cerita mau mellow tapi juga mau horror kejutan.

Ini nggak cuma mengganggu fokus, tapi merusak jalan cerita. Akhirnya keduanya nggak kuat, cuma sama-sama ngambang. Tone-nya berubah dan bikin pembaca kehilangan arah.

Checklist: Cara Cek Apakah Campuran Genremu Berhasil

tips menggabungkan genre novel ceklis

Lalu, bagaimana caranya melihat ceritamu itu kreatif atau malah merusak genre? Kamu bisa pakai tiga pertanyaan cepat di bawah ini:

  1. Apakah genre utamanya terlihat jelas? Misalnya dark romance, horor, fantasy, atau romansa urban. Pasti kamu tau karena cerita sudah dimatangkan di kerangka awal.
  2. Genre tambahan membantu atau mengacau? Kalau membantu karakter lebih dalam, masih oke. Tapi kalau bikin ceritamu jadi terasa melompat-lompat, ini masalah.
  3. Apakah Mood keseluruhan tetap konsisten? Kalau iya, campurannya berarti pas. Kalau berubah seperti dua cerita berbeda, ini perlu revisi.

Kesimpulan dari Tips Menggabungkan Genre Novel

Intinya, mencampur genre itu boleh dan bisa jadi sangat kreatif, selama kamu tetap berpegang pada satu hal: genre utama harus selalu memimpin.

Kalau genre sisipan kamu kendalikan dengan tepat sebagai bumbu yang memperkuat mood dan konflik, ceritamu justru jadi lebih kaya, berwarna, dan unik.

Maka kuncinya: konsisten pada kerangka awal, kendalikan genre sisipan, dan jaga mood tetap stabil. Kalau tiga hal itu aman, campuran genre apapun bisa jadi senjata andalanmu!

“Gimana, Gaes? Kamu tim yang suka eksperimen campur-campur genre atau tim setia satu genre aja?

Kalau masih bingung nentuin porsi genre yang pas biar nggak ‘gado-gado’, yuk diskusi bareng di Komunitas Penulis Online Produktif. Di sana banyak teman penulis yang siap bantu bedah kerangka ceritamu. Klik link ini buat gabung gratis!

risa putri penulis

Risa Putri

Halo, aku Risa Putri. Menyukai dan menekuni dunia fiksi sejak tiga tahun lalu. Kolom artikel ini tempat menaruh cerita, pikiran, dan potongan imajinasi yang sering muncul tiba-tiba. Selamat datang di ruang kecilku. Semoga kamu betah membaca dan ingin kembali lagi.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *