Kamu pasti udah sering dengar kata “happy ending” atau akhir bahagia. Tapi, apa kamu udah tahu, akhir bahagia, tuh … sebenernya favorit pembaca atau malah sebaliknya, sih?

Okey, sebelum bahas pertanyaan di atas, ada beberapa hal yang perlu kamu tahu tentang macam-macam ending novel.

Baca juga : 3 Kesalahan Penulis dalam Membuat Plot Twist

Pengertian Ending dalam Fiksi

Ending atau akhir cerita merupakan bagian penutup yang berfungsi mengakhiri alur, menyelesaikan konflik, serta memberi kesan akhir pada pembaca.

Meski ada di urutan akhir, tapi bagian ini berperan penting buat nentuin emosi dan kesan pembaca setelah baca ceritamu. Apakah mereka terharu, marah, senang, kesal, puas, atau bahkan kecewa.

Maka dari itu, kamu perlu pertimbangkan dulu ending seperti apa yang cocok buat tulisanmu.

6 Macam-Macam Ending Novel yang Wajib Kamu Tahu

Tahukah kamu, kalau ending atau akhir cerita sebenernya gak cuma itu-itu aja? Ada banyak jenis ending yang bisa kamu pakai di ceritamu, di antaranya:

1. Happy Ending (Akhir Bahagia)

Ending yang satu ini termasuk populer di kalangan penulis maupun pembaca. Setelah berdarah-darah menghadapi banyak konflik, kebahagiaan tokoh utama pun tiba. Semua pertanyaan pembaca terjawab dan cenderung buat perasaan mereka lega.

2. Bittersweet Ending

Di mana kebahagiaan dan kepahitan berjalan berdampingan. Tokoh utama berakhir manis, tapi harus ada sesuatu yang dia korbankan.

Contoh: Novel “Hujan” karya Tere Liye.

3. Tragic Ending (Sad Ending)

sad ending dari macam macam ending

Merupakan akhir cerita yang tragis, di mana tokoh utama atau tokoh penting mengalami kehancuran, kehilangan besar, atau konsekuensi berat dari pilihan mereka sendiri.

Contoh: “Romeo and Juliet” karya William Shakespeare.

4. Open Ending (Akhir Terbuka)

Biasa disebut akhir terbuka. Penulis membebaskan pembaca untuk menciptakan ending sesuai imajinasi masing-masing.

Contoh: Novel “Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh” karya Dee Lestari.

5. Twist Ending (Plot Twist)

Sebuah akhir cerita yang benar-benar di luar dugaan pembaca. Kebenaran muncul di detik akhir, tapi tetap masuk logika.

Contoh: Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari.

6. Cliffhanger Ending (Menggantung)

Cerita sengaja diputus tiba-tiba tanpa sebuah kejelasan. Biasanya karena penulis akan membuat seri berlanjut.

Contoh: Novel “Gerhana” (Trilogi Supernova) karya Dee Lestari.

Fakta Data: Benarkah Akhir Bahagia Adalah Favorit Pembaca?

data dari macam-macam ending novel

Nah, setelah paham beberapa ending di atas, sekarang kita kupas tuntas: benarkah akhir bahagia adalah favorit pembaca?

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Cabaca dan Jakpat bertajuk “Happy Ending. Emang Ada?“, yang melibatkan 257 responden, ternyata happy ending jadi pilihan terbanyak, lho!

Berikut datanya:

  • 74,32% responden memilih Happy Ending.
  • 15,95% responden memilih Open Ending.
  • 9,73% responden memilih Sad Ending.
    (Sumber: Suara.com)

Di platform membaca sendiri, walaupun belum ada survei yang akurat, happy ending tetap jadi favorit pembaca. Alasannya, karena cerita dengan akhir bahagia bisa bikin mereka lega.

Gak cuma itu, mereka juga puas karena akhir cerita sesuai sama ekspektasi mereka. Terlebih cerita bergenre romansa urban, teenlit, dan genre-genre lainnya dengan romansa manis yang kental.

Jadi, kalau kamu mau main aman, Happy Ending adalah pilihan tepat. Tapi kalau mau bikin kesan mendalam, jangan ragu coba tipe ending lainnya!

Referensi :

https://www.suara.com/lifestyle/2022/09/07/113802/hasil-survei-74-persen-orang-indonesia-lebih-suka-cerita-happy-ending

Deshika_Widya_Author

Deshika Widya

Deshika Widya, perempuan kelahiran Kota Tasikmalaya yang menjatuhkan pilihan pada dunia literasi sejak beberapa tahun silam. Selain sebagai cara menyalurkan hobi, kini menulis sudah menjadi profesi yang ia geluti hampir setiap hari.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *