Table of Contents
Pernah nggak, sih, kamu buka TikTok atau Instagram, terus isinya rekomendasi buku fantasi tapi cover-nya estetik banget? Atau mungkin kamu sering dengar istilah “Romantasy” yang lagi hype banget gara-gara novel kayak A Court of Thorns and Roses (ACOTAR) atau Fourth Wing?
Jujurly, fenomena ini bukan kebetulan. Data dari Goodreads Choice Awards dalam tiga tahun terakhir menunjukkan pergeseran masif. Kategori Romansa Fantasi mendominasi rak best-seller secara global. Bahkan tagar #Romantasy di TikTok sudah tembus miliaran views.
Tapi, banyak penulis pemula yang masih salah kaprah. Mereka pikir nulis Romansa Fantasi itu cuma bikin cerita sihir terus dikasih bumbu lovey-dovey dikit. Big No! Itu salah besar, Bestie.
Padahal, genre ini punya struktur DNA-nya sendiri. Kalau kamu salah racik, ceritamu bakal hambar. Yuk, kita bedah anatominya biar naskahmu nggak cuma jadi tumpukan draft, tapi jadi mesin emosi yang bikin pembaca nangis kejer!
Baca juga : Pilih Fiksi atau Non Fiksi Biar Gak Salah Start
1. Definisi Mutlak : Saat Cinta Jadi Mesin, Fantasi Cuma Panggung
Mari kita luruskan dulu definisinya biar satu frekuensi.
Dalam Romansa Fantasi, hubungan emosional adalah mesin utama cerita, sedangkan dunia fantasi berfungsi sebagai penguji, penekan, dan katalis konflik.
Rumus Matematikanya:
Romansa Fantasi = 60–70% Emosi & Hubungan + 30–40% Elemen Fantasi
Tes sederhananya gini : Jika elemen fantasinya dihapus, cerita ini mungkin jadi kurang seru, tapi intinya tetap utuh sebagai drama percintaan yang intens. Tapi kalau elemen romansanya dihapus? Cerita itu akan runtuh total.
Jadi, jangan sibuk bikin worldbuilding yang rumit kalau chemistry tokohmu masih garing!
2. Kenapa Genre Ini Laku Keras?
Kenapa pembaca online (terutama Gen Z dan Milenial) gila banget sama genre ini?
Secara psikologis, Romansa Fantasi menawarkan double-dose dopamine:
- Escapism (Fantasi) : Kabur dari dunia nyata yang membosankan ke dunia magis.
- Oxytocin (Romansa) : Keterikatan emosional yang intens.
Masih ragu kalau ini cuma tren sesaat? Nih, aku spill data dapur langsung dari Litera. Padahal aplikasinya baru launching kurang lebih 3 pekan dari awal tahun 2026 ini, tapi polanya udah kebaca banget dan nggak kaleng-kaleng.

Dari total 1800 user yang sudah bergabung (di mana 78 penulisnya udah mulai cuan alias berpenghasilan), Romansa Fantasi duduk manis di peringkat pertama sebagai genre paling laris! Ini data real dari jumlah unique user, ya, bukan sekadar asumsi.
Berikut 5 besar genre penguasa pasar Litera saat ini:
- Romansa Fantasi (Juara Bertahan!)
- Romansa Gelap
- Fiksi Remaja
- Romansa Urban & Komedi
- Fantasi Distopia
Plot twist-nya? Genre Rumah Tangga yang biasanya jadi primadona ibu-ibu di platform lain, di Litera justru ada di peringkat paling buncit.
Ini bukti konkret kalau selera pasar—terutama pembaca muda—memang lagi geser drastis ke arah fantasi yang bikin baper dengan taruhan nyawa. Taruhannya lebih ngeri (perang antar-ras, kutukan abadi), makanya emosinya lebih nyess.
3. Anatomi Wajib Romansa Fantasi
Berdasarkan bedah naskah novel-novel best seller, ada 4 ciri mutlak yang harus ada di naskahmu agar pembaca “terikat” :
A. Cinta Adalah Mesin Konflik
Dunia, takdir, kutukan, atau perbedaan ras (misal: Vampir x Manusia) hanya ada untuk menguji cinta. Seluruh plot harus bermuara pada dinamika hubungan : ketertarikan, penolakan, ketidakmungkinan, dan pengorbanan.
B. Tokoh dengan “Luka Batin” (Trauma)
Coba perhatiin, deh, protagonis genre ini jarang yang hidupnya lempeng. Mereka hampir selalu punya trauma, takut ditinggalkan, atau merasa tidak pantas dicintai (unlovable). Di sini, romansa berfungsi sebagai proses penyembuhan (healing), bukan sekadar bumbu pemanis.
C. Konflik Batin > Konflik Eksternal
Yang dipertaruhkan bukan cuma “siapa yang menang perang”, tapi pertanyaan eksistensial :
- “Apakah aku layak dicintai?”
- “Haruskah aku memilih cinta atau menyelamatkan duniaku?”
- “Jika aku memilih dia, apa yang akan hancur?”
D. Ending yang Membekas (Nggak Melulu Happy)
Romansa fantasi yang legend jarang berakhir bahagia 100% kayak dongeng Disney klasik. Biasanya bittersweet, tragis-manis, atau penuh harapan pahit. Tujuannya satu: meninggalkan bekas luka emosional di hati pembaca .
4. Cara Bikin Worldbuilding yang “Melayani” Romansa

Banyak penulis terjebak bikin dunia fantasi yang terlalu kompleks sampai lupa plot utamanya. Ingat prinsip ini : Worldbuilding Melayani Romansa.
Dunia fantasi kamu tidak perlu punya sejarah 1000 tahun yang detail. Yang penting, dunia itu diciptakan untuk menghalangi atau menekan hubungan kedua tokoh utama.
- Salah : Bikin sistem sihir rumit cuma buat pamer imajinasi.
- Benar : Bikin kutukan sihir yang membuat tokoh utama tidak bisa menyentuh orang yang dicintainya. (Lihat bedanya? Fantasi langsung berdampak ke emosi!).
5. Kesalahan Penulis Pemula
Sering banget ditemui naskah yang “tanggung”. Biasanya karena :
- Info Dumping : Terlalu sibuk jelasin sistem politik kerajaan sampai lupa ngebangun chemistry tokoh.
- Insta-Love : Baru ketemu langsung cinta mati tanpa konflik batin. Big no! Hubungan harus terasa “berjuang”.
- Taruhan Rendah : Konfliknya cuma salah paham sepele, padahal latarnya dunia sihir yang harusnya berbahaya. Harusnya high stake!.
Penutup : Tulislah Rasa, Bukan Cuma Mantra
Sobat Pena, menulis Romansa Fantasi itu bukan tentang menciptakan mantra sihir terkeren. Ini tentang menulis cinta yang diuji oleh dunia yang tidak memberi kesempatan.
Sebelum mulai nulis, tanya ke dirimu sendiri:
“Jika cinta mereka gagal, apa yang hilang dari cerita ini?”
Kalau jawabannya “nggak banyak”, berarti naskahmu belum valid sebagai Romansa Fantasi. Ingat, dunia boleh magis dan imajinatif, tapi rasa sakit dan bahagianya harus tetap manusiawi.
Siap bikin pembaca nangis kejer sama kisah cinta beda dunia buatanmu?
Jangan simpan idemu sendirian! Temukan teman seperjuangan dan mentor kece di Komunitas Penulis Online Produktif.
Klik link di bawah ini dan mulailah perjalanan fantasimu sekarang juga!
Selamat berkarya dan biarkan imajinasimu liar!
Stay inspired!
Referensi :
https://www.goodreads.com/choiceawards/best-romantasy-books-2023