Pernah nggak, kamu baca novel yang tokoh utamanya kayak nggak pernah dikasih kesempatan buat hidup tenang? Baru aja dapet masalah, udah muncul aja masalah lain. Terus aja begitu sampai si tokoh napas aja nggak bisa plong.

Bukan cuma tokohnya yang terus disiksa, pembaca juga. Mereka ikut sedih, sesak, bahkan sampai terbawa ke dunia nyata. Tapi anehnya, bukannya berhenti baca, mereka malah lanjut karena makin penasaran sama kelanjutan hidup si tokoh.

Nah, kalau kamu mau ceritamu punya daya tarik kayak gitu juga, jangan lupa baca artikel ini sampai tuntas, ya!

Baca juga: Bedah Genre Fiksi: Panduan & Tantangan Menulis Cerita Romansa Historis

Apa Itu Misery Lit?

Misery Lit adalah cerita yang fokus ke penderitaan, kesulitan, atau pengalaman traumatis yang dialami tokoh.

Jadi di Misery Lit, penderitaan masuk bagian penting untuk membentuk perjalanan karakter dan menggerakkan cerita. 

Contoh novel Misery Lit yang terkenal Dompet Ayah Sepatu Ibu karya JS Khairen.

Sumber gambar: Instagram J.S Khairen

Ciri-Ciri Cerita Misery Lit

Berikut beberapa karakteristik yang biasa muncul di cerita Misery Lit:

  • Penderitaan sebagai bagian utama cerita,
  • tokoh mengalami konflik dengan intensitas emosional yang tinggi, 
  • fokus pada pengalaman emosional tokoh,
  • penderitaan punya dampak untuk karakter,
  • ada perjuangan tokoh untuk menghadapi penderitaan.

Baca juga: 5 Tema Novel Romansa Gelap agar Tidak Klise dan Kesalahan Penulis yang Wajib Dihindari

Apa Bedanya Misery Lit dengan Cerita Sedih?

Nggak semua drama sedih bisa diklaim sebagai cerita Misery Lit. Itu karena cerita drama nggak selalu menjadikan penderitaan sebagai pusat keseluruhan cerita.

Sementara itu, Misery Lit fokus ke penderitaan tokoh sebagai pusat keseluruhan cerita dan jadi bagian penting perjalanan karakter.

Drama sedih bikin pembaca nangis karena sebuah kejadian. Sedangkan Misery Lit bikin pembaca ikut merasakan dan menyaksikan gimana sulitnya si tokoh bertahan.

Baca juga: 4 Ide Cerita Novel Tema Ramadhan yang Anti-Mainstream & Bikin Pembaca Penasaran

Tips Sukses Menulis Cerita Misery Lit

Beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau kamu mau nulis cerita Misery Lit:

  • Jangan jadikan tokoh sebagai korban selamanya. Gimanapun, si tokoh harus dikasih kesempatan buat ambil keputusan. Hal ini supaya tokoh nggak kehilangan peran sebagai penggerak cerita.
  • Kasih sedikit jeda di sela konflik. Buat tensi yang udah naik ke puncak, anggak turun sedikit sebelum dibawa naik lagi. Kasih tokoh dan pembaca sedikit ruang buat bernapas.
  • Setiap penderitaan harus punya fungsi. Misalnya: mengubah kepribadian tokoh, merusak atau memperkuat hubungan, memunculkan konflik baru, mendorong tokoh buat mengambil keputusan, atau  bahkan mengubah tujuan hidup si tokoh.
  • Kasih sedikit momen bahagia di sela konflik yang hampir selesai, lalu munculkan masalah yang mengancam kebahagiaan itu.
  • Bangun penderitaan secara bertahap supaya pembaca bisa kenal dulu sama karakter tokohmu. Selain itu, alur cerita juga akan cenderung terarah.
  • Buat penderitaannya terlihat logis dengan menjadikan konflik yang muncul sebagai konsekuensi dari keputusan karakter, bukan cuma sekadar kebetulan. 

Baca juga: 5 Tips Agar Naskah Tembus Editor Platform: Bukan Cuma Mengandalkan Ide Bagus!

Penutup

Misery Lit memang merupakan cerita yang menyajikan penderitaan. Tapi, daya tariknya nggak cukup hanya sekadar bikin pembaca nangis. Penderitaan itu harus bisa bikin pembaca memahami karakter, merasakan emosinya, dan memancing rasa penasaran sama kelanjutan nasib tokoh sampai akhir.

Gimana, sekarang udah paham, kan? 

Kalau kamu punya minat belajar novel online yang berkelas, ikut belajar bareng aku di Komunitas Penulis Online Produktif, yuk! Kamu bisa hubungi admin Whatsapp untuk gabung.

Deshika_Widya_Author

Deshika Widya

Deshika Widya, perempuan kelahiran Kota Tasikmalaya yang menjatuhkan pilihan pada dunia literasi sejak beberapa tahun silam. Selain sebagai cara menyalurkan hobi, kini menulis sudah menjadi profesi yang ia geluti hampir setiap hari.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *