Mencari ide tema novel romansa gelap agar tidak klise memang menjadi tantangan tersendiri bagi para penulis fiksi saat ini.

Dark romance atau romansa gelap adalah salah satu sub-genre romansa yang beberapa tahun terakhir semakin populer. Pembacanya terus bertambah, baik di platform novel digital maupun buku cetak. Bahkan, di Litera, romansa gelap menjadi salah satu genre yang penjualannya tertinggi. 

Tapi nih, di saat yang sama, dark romance juga menjadi salah satu genre yang paling sering disalahpahami.

Nggak sedikit orang menganggap dark romance identik dengan adegan ranjang. kekerasan, atau romantisasi tindakan kriminal. Padahal, nggak gitu. Inti dari romansa gelap sendiri bukan hal-hal tersebut. 

Sebelumnya aku kasih disclaimer dulu. Romansa gelap bukan panduan menjalani hubungan. Apalagi, hubungan di dalamnya seringkali toxic.  

Sama seperti novel kriminal, bukan bermaksud mengajarkan pembaca menjadi pembunuh, kan? Nah, romansa gelap juga bukan ajakan untuk meniru tindakan para tokohnya.

Jadi adalah sebuah hal aneh kalau orang-orang mengkritik “ketidaknormalan” hubungan di dalam genre ini. Karena itu justru alasan kenapa ada kata “gelap” dalam penamaan genre ini. Jika hubungannya wajar dan normal, maka namanya romansa saja, bukan romansa gelap. 

Sebenarnya, yang dijual oleh romansa gelap adalah eksplorasi psikologi manusia yang jarang ditemui atau disadari di kehidupan sehari-hari. Jadi kalau soal relate, ya memang nggak terlalu relate. Bagian relate dalam genre ini masih berputar di soal pengkhianatan, cinta bertepuk sebelah tangan, atau mungkin cinta tanpa restu. Elemen lain merupakan sisi yang membuat novel di genre ini memiliki keunikannya sendiri.

Genre ini mengajak pembaca menyelami karakter yang punya luka, memiliki masa lalu kelam, terjebak dalam obsesi, dipenuhi rasa bersalah, atau menghadapi pilihan moral yang sulit.

Sayangnya, banyak penulis mengira romansa gelap hanya membutuhkan karakter pria dingin, laki-laki kaya yang posesif, atau adegan-adegan yang sadis dan panas. Akibatnya, cerita terasa dangkal dan malah berputar-putar di hal intim/sensual.

Padahal, yang membuat sebuah dark romance berkesan bukanlah seberapa hot adegannya, melainkan seberapa kuat konflik psikologis yang dibangun.

Aku mencoba membuat daftar lima tema yang bisa diangkat dalam novel romansa gelap beserta tips agar pengolahannya nggak terasa klise.

Baca juga: Membongkar Kriteria Novel Ideal

5 Tema Novel Romansa Gelap agar Tidak Klise

Berikut adalah lima tema yang dapat diangkat beserta tips pengolahannya agar penceritaannya terasa segar.

1. Obsesi yang Disalahartikan sebagai Cinta

tema novel romansa gelap agar tidak klise obsesi

Obsesi adalah tema yang cukup favorit dalam dark romance.

Seseorang nggak lagi mencintai secara sehat (toxic). Dia menjadikan orang yang dicintainya sebagai pusat kehidupannya. Dia ingin mengetahui semua aktivitasnya, menentukan siapa yang boleh dekat, merasa berhak melindungi tanpa diminta, bahkan terkadang melanggar batas privasi.

Sisi yang bisa dieksplor, karakter seperti ini seringnya nggak merasa dirinya jahat. Dalam pikirannya, semua tindakan tersebut dilakukan karena cinta.

Di sinilah konflik psikologis muncul. Pembaca bisa memahami alasan sang tokoh, tapi sekaligus menyadari bahwa caranya mencintai telah berubah menjadi kepemilikan.

Cara agar nggak klise

Banyak penulis stuck di “tokohnya posesif.”

Padahal obsesi memiliki banyak bentuk lho. Harus dirinci.

Misalnya:

  • Obsesi untuk selalu menyelamatkan pasangan bahkan dari hal-hal yang menurut pasanganya nggak butuh penyelamatan. Sehingga, pasangan jadi terkekang.
  • Obsesi agar pasangan nggak mengingat masa lalunya.
  • Obsesi membuktikan bahwa dirinya layak dicintai.
  • Obsesi memperbaiki seseorang yang sebenarnya nggak ingin diperbaiki.
  • Obsesi menggantikan orang yang telah meninggal atau sebaliknya, mencari pengganti pasangan yang sudah meninggal.

Semakin spesifik bentuk obsesinya, semakin unik cerita yang dihasilkan.

Selain itu, berikan alasan psikologis yang kuat. Jangan membuat karakter posesif hanya karena “dia memang posesif orangnya.”

2. Trauma yang Membentuk Cara Mencintai

Trauma merupakan sumber konflik yang sangat kaya. Seseorang yang pernah dikhianati akan kesulitan percaya, misalnya.

Orang yang dibesarkan dalam keluarga penuh kekerasan mungkin menganggap kemarahan sebagai cara berkomunikasi yang normal.

Sementara seseorang yang pernah kehilangan orang terdekat bisa menjadi sangat takut ditinggalkan.

Trauma nggak hanya memengaruhi kepribadian, tetapi juga cara seseorang membangun hubungan. Ini juga salah satu tips yang membuat karakter terasa hidup.

Cara agar nggak klise

Kesalahan terbesar penulis adalah menggunakan trauma yang itu-itu aja. Kadang juga nggak punya alasan detail. Misalnya: Dia dingin karena brokenhome.

Itu terlalu umum. Sebaiknys, buat cerita yang spesifik dan tunjukkan bagaimana trauma memengaruhi kebiasaan sehari-hari.

Misalnya:

  • Sulit menerima hadiah karena merasa tidak pantas.
  • Nggak bisa tidur jika pintu tidak terkunci.
  • Selalu duduk menghadap pintu keluar.
  • Nggak tahan mendengar suara tertentu.
  • Selalu meminta maaf meski nggak bersalah.

3. Permainan Kekuasaan

Dalam banyak dark romance, hubungan para tokohnya bisa dibuat nggak berada pada posisi yang setara.

Salah satu memiliki kekuasaan lebih besar. Kekuasaan nggak harus berupa uang.

Bisa berupa:

  • Status sosial.
  • Jabatan.
  • Pengaruh politik.
  • Rahasia yang dapat menghancurkan hidup orang lain.
  • Kemampuan fisik.
  • Popularitas.
  • Kecerdasan.

Ketimpangan ini menciptakan konflik yang menarik karena setiap keputusan memiliki konsekuensi yang besar.

Tapi perlu di-highlight, permainan kekuasaan bukan sekadar tentang siapa yang lebih kuat. Yang lebih penting adalah bagaimana kekuasaan tersebut memengaruhi hubungan mereka.

Cara agar nggak klise

Jangan stop di satu karakter yang selalu memegang kendali. Hubungan akan jauh lebih menarik kalau kekuasaan terus berpindah.

Coba buatlah misal semacam ini: tokoh pria punya kekayaan lebih. Tapi tokoh perempuan tahu rahasia yang dapat menghancurkan kariernya.

Artinya, keduanya sama-sama memiliki senjata. Ada adegan saling mengancam, dendam atas perlakuan masing-masing, tapi di saat yang sama juga nggak tega menyakiti atau nggak bisa lepas satu sama lain. Tarik-ulur seperti inilah yang membuat konflik terasa dinamis dan memainkan emosi pembaca. 

4. Balas Dendam yang Berubah Menjadi Perasaan

Balas dendam adalah salah satu premis paling klasik dalam dark romance. Seseorang mendekati targetnya dengan tujuan awal menghancurkan hidupnya.

Tapi semakin lama bersama, eh dianya justru mengenal sisi lain orang tersebut. Rencana yang awalnya terasa gampang, pelan-pelan berubah jadi dilema.

Haruskah tetap membalas dendam?

Atau merelakan masa lalu demi masa depan yang baru?

Tema ini hampir nggak pernah gagal selama penulis bisa membangun konflik emosionalnya dengan baik.

Cara agar nggak klise

Jangan membuat karakternya langsung jatuh cinta hanya karena sering interaksi. Bangun perubahan emosinya secara bertahap.

Mulailah dari rasa penasaran, rasa hormat, rasa bersalah, rasa nyaman, baru kemudian berkembang jadi cinta.

Perubahan yang bertahap akan terasa jauh lebih alami. Selain itu, buat dendamnya benar-benar sulit dilepaskan. Supaya galaunya tuh galau banget. Kalau dendamnya terlalu mudah dilupakan, konflik akan kehilangan bobotnya.

5. Moral Abu-Abu

Karakternya nggak sepenuhnya baik. Tapi juga nggak sepenuhnya jahat. Mereka membuat keputusan-keputusan buruk yang membuat hidup mereka sendiri tambah rumyam. 

Sebaliknya, karakter yang kelihatannya baik belum tentu memiliki niat yang baik. Akibatnya, pembaca terus mempertanyakan siapa yang sebenarnya layak didukung.

Cara agar nggak klise

Kesulitan saat menulis protagonis dengan moral yang abu-abu adalah bagaimana caranya membuat pembaca tetap jatuh cinta ke mereka meskipun karakternya nggak berhati mulia. 

Ini cukup menantang, karena tipe pembaca Indonesia masih sering punya anggapan tokoh utama harus memegang nilai-nilai moral yang sempurna. Walaupun bukan pembaca romansa gelap sih biasanya yang punya anggapan seperti itu hehe. 

Cara agar pembaca tetap jatuh cinta ke karakter abu-abu tanpa membuatnya terlalu klise antara lain:

  • Punya prinsip unik yang dia pegang secara teguh dan beri konflik batin kuat saat prinsip itu harus dia langgar. Contoh: dia memegang prinsip nggak akan jatuh cinta pada orang religius karena dia membenci Tuhan. Tapi ternyata dirinya yang seorang pencuri profesional malah jatuh cinta ke seorang perempuan yang mengabdikan dirinya sebagai biarawati. Nah, kebayang konfliknya kalau tokoh ini memiliki dorongan kuat untuk melanggar prinsipnya sendiri di saat yang sama ketika dia mulai terobsesi, si perempuan jelas-jelas tidak bisa menjalin hubungan. 
  • Jangan takut menggunakan ideologi tertentu, gangguan psikologi/mental untuk dieksplor.  Misal tokoh misoginy akhirnya menemukan perempuan yang ingin dia lindungi. 

Kesalahan Penulis Dark Romance yang Sering Terjadi

tema novel romansa gelap agar tidak klise kesalahan penulis

Selain memilih tema, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan penulis dark romance.

Pertama, terlalu mengandalkan shock value.

Adegan yang ekstrem mungkin mengejutkan pembaca, tetapi jika nggak didukung konflik emosional, efeknya hanya akan menjadi seperti novel kriminal atau thriller. 

Kedua, karakter pria terlalu sempurna.

Ia kaya, tampan, jenius, kuat, ditakuti semua orang, dan selalu menang. Karakter seperti ini justru terasa nggak realistis.

Berikan kelemahan yang benar-benar bisa menggagalkan tujuannya dan justru pemicu konflik. Ayo, jangan terkungkung di karakter sempurna terus. 

Ketiga, tokoh perempuan sangat timpang dengan laki-lakinya, terlalu lemah, dan menye-menye.

Ini sering saya temui kalau penulisnya perempuan. Berkebalikan dengan tokoh laki-laki yang seperti dewa, tokoh perempuan seringnya ngenes. Sudahlah miskin, buta, lemah.  Kelebihannya biasanya: cantik. 

Aduh. 

Karakter utama yang menarik tetap membutuhkan impian, prinsip, dan konflik pribadinya sendiri. Sama sekali nggak masalah kalau sosok perempuannya bukan tipe lemah yang nggak bisa ngapa-ngapain atau selalu butuh pertolongan setiap saat. 

Keempat, terlalu banyak adegan ranjang.

Dark romance bisa lebih baik ketika pembaca menemukan luka yang candu bukan pada adegan ranjang yang panas. Kalau fokusnya berubah ke arah smut, novel akan menjadi erotika namun kehilangan sisi dark romance-nya justru.

Tips Tambahan Menciptakan Dark Romance yang Berkesan

Jika ingin cerita terasa berbeda, jangan mulai dari premis. Mulailah dari karakter.

Tanyakan:

  • Apa luka terbesar tokoh ini?
  • Apa ketakutan yang selalu dia sembunyikan?
  • Apa kebohongan yang dia percayai tentang dirinya sendiri?
  • Apa yang paling diinginkan?
  • Apa harga yang harus dia bayar untuk mendapatkannya?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut biasanya akan menghasilkan konflik yang jauh lebih kuat daripada sekadar memikirkan “aku buat adegan apalagi ya biar mereka tidur bareng?”

Selain itu, jangan takut memberi konsekuensi.

Semakin gelap tindakan seorang karakter, semakin besar pula dampak yang harus dia hadapi. Konsekuensi inilah yang membuat cerita terasa berbobot dan menjaga konflik tetap intens.

Terakhir, ingat bahwa inti dark romance bukanlah kekerasan atau panasnya adegan ranjang. Semua itu hanya bumbu. Mulai pancing emosi pembaca dengan konflik batin karakter, dilema moral yang mereka hadapi, misteri, bahkan ending yang terus menghantui pembaca berhari-hari setelah selesai baca.

Penutup

Dark romance adalah genre yang menantang karena menuntut penulis memahami psikologi manusia lebih dalam dibanding banyak subgenre romansa lainnya. 

Obsesi, trauma, permainan kekuasaan, balas dendam, dan moral abu-abu hanyalah sebagian dari tema yang bisa dieksplorasi. Kalian bisa bersemedi untuk menemukan tema menarik lainnya. 


Punya draf novel dark romance tapi masih ragu apakah ceritanya terlalu klise atau kurang ngena? Jangan pusing sendirian! Yuk, bedah naskahmu bareng teman-teman penulis di Komunitas Penulis Online Produktif (KPOP). Kita diskusi dan saling bantu meracik konflik psikologis yang bikin pembaca nggak bisa tidur. Gabung grup KPOP secara gratis di sini!

Lisandi Noera

Penulis novel ragam genre. CEO Platform Baca Tulis Novel Online Litera. Founder Ruang Pena Cendekia.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *