Setelah berjam-jam membelah kemacetan lalu lintas ibu kota, kadang yang paling kita butuhkan adalah sebuah tempat pelarian untuk sekadar cooling down. Bukan kafe hits yang berisik, melainkan ruang tenang di mana aroma kertas dan kopi menyatu.

Di sinilah daya tarik toko buku independen yang estetis terasa begitu magis. Buat kamu yang sudah jenuh dengan display toko buku mainstream di mal-mal besar, bersiaplah. Kali ini, aku akan mengajakmu menyusuri sudut-sudut tersembunyi Jakarta untuk menemukan hidden gem literasi yang wajib masuk bucket list akhir pekanmu.

Baca juga: Alasan Fiksi Nostalgia Era 90-an Masih Disukai Pembaca

POST Bookshop: Kurasi Independen di Sudut Pasar Santa

toko buku independen yang estetis POST Bookshop
(KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI)

Perhentian pertama kita ada di lantai atas Pasar Santa, Jakarta Selatan. Jika kamu berhasil melewati lorong-lorong kedai kopi dan toko piringan hitam, kamu akan menemukan POST Bookshop. Berdiri sejak tahun 2014, POST didirikan oleh duo penulis Teddy W. Kusuma dan Maesy Ang di tengah era kebangkitan kembali Pasar Santa sebagai ruang kreatif anak muda.

Tempatnya mungil, tapi nuansanya sangat intim. Apa yang bikin POST spesial?

  • Koleksi Spesifik: Mereka fokus menjual buku-buku dari penerbit independen, sastra alternatif, dan buku terjemahan yang hampir mustahil kamu temukan di rak best seller toko buku besar.
  • Interaksi Hangat: Penjaga tokonya super ramah dan siap diajak ngobrol panjang lebar soal rekomendasi bacaan.
  • Desain Minimalis: Penataan rak kayunya sederhana namun sangat rapi, membuat siapa saja betah berlama-lama membaca blurb buku.

Transit Bookstore: Pelarian Estetis untuk Para Pembaca Urban

IG: @transit_bookstore

Masih berada di ekosistem Pasar Santa, kita hanya perlu berjalan sedikit untuk menemukan Transit Bookstore. Toko buku yang satu ini membawa konsep yang sedikit berbeda namun sama memikatnya. Didirikan dengan visi menjadi “ruang transit” bagi ide-ide global, toko ini menonjolkan desain interior yang sangat memanjakan mata, khas gaya hidup urban Jakarta.

Koleksi di Transit Bookstore sangat dikurasi dengan cermat. Mereka menaruh fokus besar pada:

  • Karya-karya fiksi literatur kontemporer global dan sastra terjemahan.
  • Buku-buku internasional yang jarang masuk toko buku arus utama.
  • Karya sastra yang mengangkat isu-isu sosial, keberagaman, dan suara-suara alternatif.

Tata letaknya sangat Instagramable tanpa menghilangkan esensinya sebagai ruang baca yang serius dan berbobot.

Sentra Buku Bekas Basement Blok M Square: Mesin Waktu ke Era 90-an

(ANTARA FOTO/Subur Atmamihardja)

Sebagai bonus dari perjalanan ini, mari kita menyeberang sedikit ke area Blok M Square. Meski secara teknis bukan toko buku independen yang estetis dalam artian modern seperti POST atau Transit, basement Blok M Square adalah surga bagi kamu yang rindu dengan suasana Jakarta era 90-an.

Berada di sini rasanya seperti masuk ke mesin waktu. Lorong-lorong sempit dengan lampu temaram dipenuhi tumpukan buku tua, novel sastra klasik, hingga majalah dan komik lawas. Daya tarik utamanya adalah sensasi thrill of the hunt atau kepuasan saat tanganmu yang sudah sedikit berdebu berhasil menarik cetakan pertama dari novel incaranmu dari tumpukan paling bawah.

Daya Tarik Toko Buku Independen yang Estetis di Era Digital

Mungkin ada yang bertanya, di zaman serba digital ini, buat apa repot-repot blusukan mencari toko buku fisik?

Jawabannya ada pada pengalaman (experience). Mengunjungi tempat-tempat ini bukan sekadar transaksi jual beli. Ini tentang menemukan kehangatan komunitas, memanjakan mata dengan desain ruang yang terkurasi, dan mendapatkan kejutan dari buku-buku bagus yang tidak pernah dipromosikan oleh algoritma media sosial.

Jadi, kapan kamu mau memanaskan mesin kendaraanmu dan mulai mengeksplorasi hidden gems ini sendiri? Jangan lupa siapkan tote bag ekstra, karena aku jamin, kamu tidak akan pulang dengan tangan kosong!


Habis hunting buku indie dan dapat banyak referensi segar, jangan biarkan inspirasinya menguap begitu saja! Yuk, tuangkan ide-idemu menjadi karya nyata bareng teman-teman di Komunitas Penulis Online Produktif (KPOP). Kita sharing referensi bacaan sekaligus nulis bareng di sana! Klik di sini untuk bergabung secara Gratis!

***

Sumber referensi:

https://travel.kompas.com/read/2023/11/03/123100627/3-aktivitas-di-post-bookshop-pasar-santa-tidak-cuma-beli-buku?page=all

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260520141739-269-1360408/tak-melulu-harus-viral-ini-6-rekomendasi-hidden-gem-di-blok-m

Asfar Asfahan SEO Editor Penacendekia

Asfar Asfahan

Blogger, SEO Editor, Koord Media-Teknologi KPOP, dan Author Novel Online @Litera

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *