Banyak orang ingin menulis, tapi terjebak pada satu pertanyaan klasik: menulis itu sebenarnya untuk mencari uang atau sekadar mengekspresikan pikiran?

Sebagian menganggap menulis idealnya lahir dari hati, bukan dari target. Sebagian lain justru menjadikan menulis sebagai sumber penghasilan. Lalu, mana yang benar?

Jawabannya: keduanya bisa benar, tergantung tujuan dan kesadaran penulisnya.

Artikel ini akan membahas perbedaan, tujuan, dan jenis tulisan yang cocok baik untuk mencari uang maupun mengekspresikan pikiran.

Baca juga : Peluang Jadi Penulis Online

Perbedaan Menulis Komersial dan Ekspresif

1. Menulis untuk Uang

Menulis untuk mencari uang berorientasi pada pembaca dan pasar. Penulis memperhatikan tren, kebutuhan audiens, serta platform tempat tulisannya dipublikasikan.

Ciri utama menulis untuk uang:

  • Topik relevan dan dicari banyak orang.
  • Struktur jelas dan mudah dipahami.
  • Ada tujuan praktis atau solusi.
  • Konsisten dan terjadwal.
  • Menuntut disiplin tinggi; mood boleh turun, tapi tulisan tetap jalan.

2. Menulis untuk Mengekspresikan Pikiran

menulis untuk uang atau ekspresi

Berbeda dengan itu, menulis ekspresi lebih berorientasi pada diri sendiri. Ia lahir dari kegelisahan, pengalaman, perasaan, atau refleksi batin.

Ciri utamanya:

  • Jujur dan personal.
  • Tidak selalu mengikuti tren.
  • Bebas secara gaya dan struktur.
  • Fokus pada makna, bukan pasar.
  • Sering menjadi ruang aman bagi penulis untuk bernapas.

Apakah Menulis Harus Memilih Salah Satu?

Tidak harus.

Banyak penulis sukses justru memulai dari ekspresi diri, lalu karyanya menghasilkan uang. Ada juga yang awalnya menulis demi uang, tetapi menemukan kepuasan emosional di dalamnya.

“Menulis tidak hitam putih.

Idealnya, penulis mampu:

Menulis dengan hati, tanpa kehilangan jati diri

Menulis dengan strategi, tanpa kehilangan kejujuran”

Jenis Tulisan Berdasarkan Tujuannya

A. Tulisan yang Cocok untuk Mencari Uang

Tulisan yang bagus untuk mencari uang biasanya memiliki nilai guna yang jelas. Jenis tulisan yang berpotensi menghasilkan uang antara lain:

  1. Artikel SEO dan blog niche.
  2. Copywriting dan konten promosi.
  3. Novel genre populer (romance, thriller, fantasi).
  4. Cerita berseri di platform digital.
  5. Buku nonfiksi praktis (self-improvement, bisnis, parenting).

Ciri tulisan yang laku secara komersial:

  • Menjawab masalah pembaca.
  • Menggunakan bahasa sederhana.
  • Relevan dengan kebutuhan pasar.
  • Konsisten dalam kualitas dan tema.

Ingat, tulisan untuk uang bukan berarti murahan. Ia hanya punya target yang jelas.

B. Tulisan yang Cocok untuk Mengekspresikan Pikiran

Tulisan ekspresi biasanya tidak mengejar angka, tapi mengejar kejujuran. Jenis tulisan ekspresif meliputi:

  1. Puisi.
  2. Esai personal.
  3. Cerpen reflektif.
  4. Catatan harian.
  5. Novel sastra atau eksperimental.

Tulisan ini sering tidak viral, tapi sangat bermakna. Kadang hanya dibaca segelintir orang, tapi membekas sangat dalam.

Mana yang Lebih Baik: Uang atau Ekspresi?

Tidak ada yang lebih baik atau lebih mulia. Yang bermasalah bukan tujuannya, melainkan ketika:

  • Menulis demi uang tapi kehilangan nilai dan empati.
  • Menulis demi ekspresi tapi menutup diri dari realitas hidup.

Menulis yang sehat adalah menulis dengan kesadaran. Ada hari di mana menulis adalah pekerjaan. Ada hari di mana menulis adalah penyelamat jiwa. Dan keduanya sama-sama sah.

Kesimpulan

menulis untuk uang berdampingan

Menulis tidak harus memilih antara uang atau ekspresi. Keduanya bisa berjalan berdampingan jika penulis jujur pada dirinya sendiri dan sadar pada tujuannya.

Menulis bisa menghidupi hidup, sekaligus menghidupi batin. Selama kata-kata ditulis dengan kesadaran, bukan paksaan, tulisan akan selalu menemukan pembacanya sendiri.

“Biarkan tulisanmu menemukan jalannya, entah itu menjadi rezeki atau menjadi terapi.

Temukan ruang aman untuk bertumbuh bersama penulis lainnya di Komunitas Penulis Online Produktif. Mari melangkah bersama. Klik link ini untuk bergabung.

saiyaara dolunay author

Saiyaara Dolunay

Saiyaara Dolunay adalah penulis yang mengutamakan rasa. Setiap tulisannya lahir dari keheningan dan harapan. Ia menulis bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dipahami. Bagi Saiyaara, kata adalah jalan pulang bagi makna. Ia dikenal sebagai penulis spesialis malebook, dengan fokus utama pada kehidupan urban dan perjuangan batin manusia di tengah riuh dunia modern. Selain fiksi, Saiyaara juga aktif sebagai pemateri kelas menulis online. Saiyaara juga merupakan penulis quotes dan pecinta astronomi yang memandang semesta sebagai metafora tak berujung tentang manusia, waktu, dan harapan .

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *