Table of Contents
Membahas tipe penulis berdasarkan kepribadian MBTI memang selalu menjadi topik yang seru. Dunia penulisan itu unik. Ada penulis yang bisa bikin plot ribet kayak benang kusut tapi tetap masuk akal. Ada yang jago bikin dialog nusuk hati. Ada juga yang kuat di worldbuilding sampai pembaca serasa pindah dimensi.
Menariknya, gaya menulis sering dipengaruhi tipe kepribadian. Salah satu yang paling sering dipakai buat membaca karakter seseorang adalah MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator. Walau MBTI bukan patokan mutlak, banyak penulis merasa: “Lho, kok gue banget?” Nah, berikut pembahasan lengkap 16 tipe MBTI kalau jadi penulis.
Baca juga: Cara Menulis Novel Fantasi agar Tidak Membosankan
Membedah 16 Tipe Penulis Berdasarkan Kepribadian MBTI
1. INFP (Si Penulis Luka dan Imajinasi)
Tipe INFP menulis dengan perasaan, sangat imajinatif, serta menyukai metafora dan makna tersembunyi dengan dialog emosional yang kuat.
- Genre Favorit: Romance, Fantasy, Slice of life, Tragedi, dan Healing story.
- Kelebihan & Kekurangan: INFP bisa bikin pembaca nangis cuma lewat satu kalimat sederhana dan ahli membuat karakter terasa hidup dan manusiawi. Sayangnya, mereka sering overthinking plot, sulit tamat karena perfeksionis, dan mood menentukan produktivitas.
- Vibes/Kalimat Khas: “Aku nggak cuma ingin cerita bagus. Aku pengin pembaca ngerasain lukanya.”
2. INFJ (Si Arsitek Makna)
Penulis INFJ gemar menulis penuh simbol, menyukai pesan moral tersembunyi, dan memiliki plot terstruktur tapi emosional.
- Genre Favorit: Psychological, Mystery, Drama filosofis, dan Dystopian.
- Kelebihan & Kekurangan: INFJ sering bikin cerita yang terasa “dalam”, di mana pembaca selesai baca lalu bengong mikir berhari-hari. Kekurangannya, mereka terlalu idealis, kadang karyanya terlalu berat untuk pembaca umum, dan sering memendam ide terlalu lama.
- Vibes/Kalimat Khas: “Cerita ini bukan sekadar hiburan. Ada sesuatu yang mau gue sampaikan.”
3. INTJ (Si Dewa Plot Twist)
Karakteristik penulis INTJ adalah strategis, suka sistem dan logika, serta meracik plot rapi seperti papan catur.
- Genre Favorit: Thriller, Sci-fi, Politik, dan Mystery kompleks.
- Kelebihan & Kekurangan: INTJ jago bikin foreshadowing, alur berlapis, dan twist yang bikin pembaca ngamuk. Namun, kadang karakter mereka terasa terlalu dingin dan dialog emosionalnya bisa kaku.
- Vibes/Kalimat Khas: “Semua detail kecil itu penting.”
4. INTP (Si Profesor Dunia Fiksi)
INTP dikenal memiliki ide liar, suka teori, dan menyusun worldbuilding yang sangat detail.
- Genre Favorit: Sci-fi, Time travel, Alternate universe, dan Teknologi futuristik.
- Kelebihan & Kekurangan: INTP bisa bikin lore sedetail ensiklopedia. Kelemahannya adalah kebanyakan mikir tapi kurang nulis, dan cerita bisa melebar ke mana-mana.
- Vibes/Kalimat Khas: “Sebentar, gue lagi bikin sistem ekonomi kerajaan naga.”
5. ENFP (Si Mesin Ide Tidak Ada Obat)
ENFP adalah penulis yang kreatif brutal, punya banyak ide, dan energi ceritanya sangat hidup.
- Genre Favorit: Adventure, Romance, Komedi, dan Fantasi unik.
- Kelebihan & Kekurangan: ENFP bisa bikin cerita terasa seru dan penuh warna. Sisi buruknya, mereka gampang bosan; chapter 1 saja bisa punya 15 draf cerita berbeda.
- Vibes/Kalimat Khas: “Eh gue punya ide baru lagi.”
6. ENFJ (Si Pengikat Emosi Pembaca)
Tipe ENFJ sangat memahami emosi manusia, membuat karakter terasa hangat, dan relasi antartokohnya sangat kuat.
- Genre Favorit: Drama keluarga, Romance, dan Coming of age.
- Kelebihan & Kekurangan: Pembaca gampang jatuh cinta sama karakter buatan ENFJ. Sayangnya, mereka kadang terlalu memikirkan perasaan pembaca dan sulit membuat karakter “jahat total”.
7. ENTJ (Sang CEO Dunia Novel)
ENTJ adalah penulis yang disiplin, ambisius, dan sangat produktif.
- Genre Favorit: Politik, Action, Bisnis, dan Thriller.
- Kelebihan & Kekurangan: ENTJ sering jadi penulis yang konsisten update, punya target jelas, dan mampu membangun karier penulis serius. Namun, mereka kadang terlalu fokus pada hasil sehingga bisa kehilangan sisi emosional cerita.
- Vibes/Kalimat Khas: “Novel bukan cuma karya. Ini proyek.”
8. ENTP (Si Raja “What If”)
ENTP sering memunculkan ide absurd tapi menarik, suka eksperimen, dan menyukai plot anti-mainstream.
- Genre Favorit: Satire, Sci-fi unik, Dark comedy, dan Mystery eksperimental.
- Kelebihan & Kekurangan: ENTP sering menciptakan premis yang belum kepikiran orang lain. Kelemahannya adalah sulit fokus dan terlalu banyak improvisasi.
- Vibes/Kalimat Khas: “Gimana kalau villain-nya ternyata narrator?”
9. ISFP (Si Seniman Sunyi)
Gaya bahasa ISFP sangat puitis, memiliki atmosfer kuat, dan kemampuan visual writing yang bagus.
- Genre Favorit: Romance mellow, Healing, Nature fiction, dan Drama emosional.
- Kelebihan & Kekurangan: ISFP jago membuat suasana terasa nyata. Namun, mereka sulit bikin konflik besar dan ceritanya kadang terlalu mengalir tanpa arah.
10. ISFJ (Penulis Paling “Rumah”)
Karakter ISFJ menulis dengan gaya hangat, memiliki detail kehidupan kecil yang kuat, dan menyajikan karakter relatable.
- Genre Favorit: Keluarga, Slice of life, Historical, dan Drama domestik.
- Kelebihan & Kekurangan: Cerita ISFJ sering terasa nyaman dibaca. Sayangnya, mereka kadang bermain terlalu aman dan sulit keluar dari pola familiar.
- Vibes/Kalimat Khas: “Hal sederhana juga bisa menyentuh.”
11. ISTJ (Penulis Paling Konsisten)
ISTJ sangat rapi, disiplin, dan memperhatikan detail realistis.
- Genre Favorit: Historical fiction, Military, Crime, dan Drama realistis.
- Kelebihan & Kekurangan: ISTJ kuat dalam riset, struktur, dan konsistensi cerita. Kekurangannya, tulisan mereka kadang kurang spontan dan cerita bisa terasa terlalu serius.
12. ISTP (Ahlinya Adegan Aksi)
Gaya ISTP sangat praktis, bertempo cepat, dan memiliki narasi visual action yang kuat.
- Genre Favorit: Action, Survival, Thriller, dan Adventure.
- Kelebihan & Kekurangan: Adegan berantem, kejar-kejaran, atau survival biasanya hidup banget di tangan ISTP. Sisi lemahnya, mereka kurang suka drama emosional panjang dan kadang minim narasi perasaan.
13. ESFP (Si Entertainer Novel)
ESFP menulis dengan gaya fun, enerjik, dan dialog yang hidup.
- Genre Favorit: Teen fiction, Komedi, Romance ringan, dan Urban story.
- Kelebihan & Kekurangan: Cerita ESFP gampang bikin pembaca betah. Namun, mereka sulit bikin plot kompleks dan kadang terlalu spontan.
- Vibes/Kalimat Khas: “Yang penting seru dulu.”
14. ESFJ (Penulis yang Paling Dekat dengan Pembaca)
Tipe ESFJ mengutamakan hubungan karakter, paham drama sosial, dan terasa hangat.
- Genre Favorit: Family drama, School life, Romance, dan Persahabatan.
- Kelebihan & Kekurangan: Karakter yang diciptakan terasa realistis secara sosial. Sayangnya, mereka kadang terlalu mengikuti selera pasar dan takut membuat ending yang kontroversial.
15. ESTP (Si Penulis Adrenalin)
ESTP selalu menyajikan cerita yang bertempo cepat, berani, dan intens.
- Genre Favorit: Crime, Action, Thriller, dan Survival.
- Kelebihan & Kekurangan: ESTP sangat bagus dalam pacing cepat, membangun ketegangan, dan menyajikan adegan berbahaya. Kekurangannya adalah mereka kadang kurang mendalam emosinya karena terlalu fokus pada aksi.
16. ESTJ (Komandan Dunia Penulisan)
Penulis ESTJ sangat tegas, terstruktur, dan produktif.
- Genre Favorit: Politik, Militer, Corporate drama, dan Crime.
- Kelebihan & Kekurangan: ESTJ sering jadi penulis yang punya jadwal jelas, disiplin update, dan kuat membangun serial panjang. Namun, tulisan mereka bisa terlalu kaku dan kadang sulit menulis sisi absurd atau imajinatif.
Kesimpulan: Semua Tipe Penulis Itu Valid!
Pada akhirnya, dunia penulisan tidak pernah benar-benar punya satu tipe manusia yang paling unggul. Ada penulis yang hidup dari emosi, kuat di logika, atau membangun dunia sedetail arsitek. Ada yang menulis sederhana tetapi mampu membuat pembaca merasa pulang. Sebagian penulis ahli membuat orang menangis lewat dialog kecil, sementara sebagian lain membuat pembaca begadang demi memecahkan teori dan plot twist. Ada yang menulis cepat seperti badai, ada pula yang menghabiskan waktu lama hanya untuk memastikan satu kalimat terasa sempurna.
Dan semuanya valid. Karena menulis bukan perlombaan siapa paling puitis, paling cerdas, atau paling produktif. Menulis adalah tentang bagaimana seseorang menuangkan cara berpikir, cara merasa, luka, mimpi, kemarahan, harapan, dan imajinasinya ke dalam sebuah cerita.
Apapun tipe MBTI kamu—entah kamu si eksekutor cepat kayak ISTP atau si perfeksionis yang overthinking kayak INFP—semuanya butuh wadah buat berkembang.
Biar kelebihanmu makin tajam dan kekuranganmu ada yang back-up, yuk gabung jadi bagian dari Komunitas Penulis Online Produktif (KPOP)! Di sini kita punya support system lengkap dari mentor dan sesama penulis yang siap bantu naskahmu tamat. Klik di sini buat join grupnya, Gratis!