Table of Contents
Pernah nggak sih?
Udah buka laptop. Udah siap nulis. Ide cerita sebenarnya ada.
Tapi tiba-tiba…
“Ah, rebahan bentar deh.”
Lima menit kemudian malah scroll media sosial. Sepuluh menit kemudian buka video. Tiga puluh menit kemudian masih belum nulis satu kata pun.
Kalau kamu sering mengalami hal ini, tenang. Kamu nggak sendirian. Hampir semua penulis pernah ada di fase mager (malas gerak) dan ngantuk saat harus menulis.
Nah, ada beberapa cara mengatasi mager dan ngantuk saat menulis yang bisa kamu coba agar mood cepat kembali.
Baca juga: 16 Tipe Penulis Berdasarkan Kepribadian MBTI
Tips dan Cara Mengatasi Mager dan Ngantuk Saat Menulis
Berikut adalah daftar tips praktis yang bisa kamu terapkan setiap kali rasa malas mulai menyerang saat berhadapan dengan naskah:
- Jangan Nunggu Mood Datang: Ini adalah jebakan paling berbahaya. Mood sering kali baru muncul setelah kamu mulai menulis. Jadi, mulailah saja dulu; satu kalimat atau satu paragraf, biasanya akan berlanjut sendiri.
- Pakai Aturan “Nulis 5 Menit Aja”: Jika sedang sangat malas, jangan paksa diri menyelesaikan satu bab. Sugesti diri sendiri untuk menulis selama 5 menit saja. Otak lebih gampang menerima tugas kecil, dan biasanya setelah 5 menit berlalu, kamu malah akan keterusan hingga berjam-jam.
- Jauhkan HP dari Jangkauan: Musuh terbesar penulis modern bukanlah writer’s block, melainkan notifikasi chat atau video lucu. Taruhlah HP agak jauh atau aktifkan mode fokus selama sesi menulis berlangsung.
- Jangan Nulis Sambil Rebahan: Kasur adalah tempat untuk tidur. Makanya, jika memaksakan diri menulis sambil rebahan, mata akan cepat menjadi berat. Pindahlah ke meja atau kursi yang membuat postur tubuh tetap aktif.
- Minum Air Putih Dulu: Kadang kemalasan yang dirasakan sebenarnya adalah tanda tubuh sedang kurang cairan. Meminum segelas air putih sebelum menulis cukup membantu tubuh menjadi lebih segar dan fokus.
- Putar Musik yang Bikin Masuk Vibes: Temukan soundtrack andalanmu—seperti lo-fi, instrumental, atau suara hujan—yang bisa membawamu masuk ke dunia cerita. Namun, pastikan lagunya tidak malah membuatmu malah asyik karaokean sendiri.
- Stop Mikirin Tulisan Harus Sempurna: Tulisan yang jelek masih bisa diedit, sedangkan tulisan yang tidak pernah ditulis tidak akan bisa diedit. Draf pertama memang tugasnya berantakan, dan kamu bisa mengeditnya di kemudian hari.
- Pecah Target Jadi Kecil: Ubah target besar menjadi bagian-bagian kecil. Alih-alih menargetkan 3.000 kata, pecahlah menjadi satu adegan, satu konflik, atau cukup 500 kata agar terasa lebih ringan dan tidak bikin stres.
- Gerakin Badan Dulu: Saat mata mulai berat dan pikiran lemot, coba jalan sebentar, lakukan peregangan (stretching), cuci muka, atau lihat langit. Tubuh terkadang hanya butuh sedikit gerakan agar otak kembali online.
- Ingat Lagi Kenapa Kamu Mulai Menulis: Tanyakan ke diri sendiri kenapa cerita ini dibuat dan ke mana karakter akan dibawa. Motivasi terbesar sering kali berupa rasa bangga karena telah menyelesaikan sesuatu yang dicintai.
- Jangan Bandingin Diri Sama Penulis Lain: Setiap penulis punya ritme masing-masing. Jangan panik jika orang lain bisa menulis belasan ribu kata sementara kamu baru menulis sedikit; yang penting adalah terus bergerak walau pelan.
- Reward Diri Sendiri: Otak sangat menyukai hadiah. Setelah target harian tercapai, manjakan dirimu dengan menonton, memakan camilan kesukaan, atau bermain game tanpa rasa bersalah.
Kesimpulan
Jika saat ini kamu merasa kehilangan semangat, ingatlah bahwa kamu tidak harus merasa termotivasi setiap hari untuk menjadi seorang penulis. Yang kamu butuhkan hanyalah tetap muncul, membuka dokumen, dan konsisten menulis.
Novel yang selesai ditulis secara konsisten akan selalu mengalahkan novel sempurna yang hanya hidup di dalam kepala. Jadi, tutup aplikasi yang tidak penting, buka naskahmu, dan ketik kalimat pertama. Siapa tahu, hari ini adalah awal lahirnya karya terbaikmu.
Menulis sendirian memang kadang terasa sepi dan bikin gampang tergoda untuk rebahan. Biar kamu punya teman untuk saling mengingatkan target update harian, yuk gabung bersama penulis lainnya di Komunitas Penulis Online Produktif (KPOP)! Kita saling support biar naskah cepat tamat. Klik di sini untuk join grupnya secara Gratis!