Bingung cara menulis sesuai EYD? Simak tips menulis rapi sesuai EYD lengkap dengan contoh agar tulisan lebih profesional, nyaman dibaca, dan mudah dipahami.

Pernah Merasa Tulisan Sudah Bagus, tapi Masih Terlihat Berantakan?

Kalau pernah mengalaminya, kemungkinan besar masalahnya bukan pada isi tulisan, melainkan pada cara penulisannya.

Banyak penulis pemula terlalu fokus mencari ide atau membuat cerita yang menarik, tetapi lupa memperhatikan hal-hal kecil seperti penggunaan huruf kapital, tanda baca, penulisan kata depan, hingga pemilihan kata baku. Padahal, justru detail-detail seperti inilah yang membuat sebuah tulisan terlihat rapi dan profesional.

Baca juga: Cara Mengatasi Ngantuk dan Mager Saat Menulis

Mengapa Perlu Menerapkan Tips Menulis Rapi Sesuai EYD?

Menulis sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) atau yang sekarang dikenal sebagai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) bukan berarti tulisan harus terasa kaku. Sebaliknya, aturan ini membantu pembaca memahami maksud penulis tanpa harus menebak-nebak. Kalau kamu ingin tulisan blog, artikel, skripsi, bahkan novel terlihat lebih berkualitas, yuk pelajari beberapa tips berikut.

12 Panduan Penulisan agar Tulisan Lebih Profesional

1. Biasakan Memulai Kalimat dengan Huruf Kapital

Ini terdengar sangat sederhana, tetapi masih banyak yang sering lupa. Huruf kapital bukan hanya dipakai di awal paragraf, tetapi juga di awal setiap kalimat. Selain itu, huruf kapital digunakan untuk nama orang, nama kota, nama negara, nama bulan, hari, hingga nama lembaga. Contohnya seperti ini:

  • Kurang tepat: saya lahir di lampung dan sekarang tinggal di jakarta.
  • Lebih tepat: Saya lahir di Lampung dan sekarang tinggal di Jakarta.

Walaupun terlihat sepele, penggunaan huruf kapital yang benar membuat tulisan jauh lebih nyaman dibaca.

2. Jangan Anggap Remeh Tanda Baca

Kalau huruf adalah bahan bangunan, maka tanda baca adalah rambu lalu lintasnya. Tanpa tanda baca, pembaca akan kebingungan kapan harus berhenti, kapan harus melanjutkan, bahkan bisa salah memahami arti kalimat. Contoh paling terkenal adalah:

  • Ayo makan, Nenek.
  • Ayo makan Nenek.

Satu koma saja bisa mengubah arti kalimat secara drastis. Selain koma, biasakan juga menggunakan titik, titik dua, tanda tanya, dan tanda seru sesuai fungsinya. Jangan semua kalimat diakhiri tanda seru hanya supaya terlihat lebih dramatis.

3. Gunakan Kata Baku

Kalau tujuanmu membuat tulisan yang profesional, usahakan menggunakan kata baku. Masih banyak yang menulis:

  • resiko
  • aktifitas
  • ijin
  • praktek
  • berfikir

Padahal bentuk bakunya adalah:

  • risiko
  • aktivitas
  • izin
  • praktik
  • berpikir

Kalau ragu, jangan malas membuka KBBI. Sekarang sudah ada versi daring sehingga bisa dicek kapan saja.

4. Pisahkan “di” yang Menunjukkan Tempat

Nah, ini termasuk kesalahan yang paling sering ditemukan. Masih banyak yang menulis seperti ini:

  • dirumah
  • dikantor
  • disekolah

Padahal yang benar adalah:

  • di rumah
  • di kantor
  • di sekolah

Lalu kapan “di” disambung? Kalau “di” berfungsi sebagai awalan kata kerja. Misalnya: dibaca, ditulis, dikerjakan, dipelajari. Cara mudah mengingatnya adalah bertanya pada diri sendiri: “Apakah ini menunjukkan tempat?” Kalau jawabannya iya, maka “di” ditulis terpisah.

5. Hindari Kalimat yang Terlalu Panjang

Banyak penulis pemula berpikir bahwa kalimat panjang terlihat lebih pintar. Padahal kenyataannya justru sebaliknya. Kalimat yang terlalu panjang membuat pembaca cepat kehilangan fokus.

Misalnya: Setelah pulang sekolah Andi langsung pergi ke rumah temannya karena mereka akan belajar bersama dan ternyata salah satu temannya belum datang sehingga mereka harus menunggu cukup lama sebelum akhirnya mulai belajar.

Kalimat tersebut bisa dipecah menjadi: Setelah pulang sekolah, Andi pergi ke rumah temannya. Mereka berencana belajar bersama. Namun, salah satu temannya terlambat datang sehingga mereka harus menunggu beberapa saat. Lebih ringan, bukan?

6. Jangan Mengulang Kata yang Sama Terlalu Sering

tips menulis rapi sesuai eyd pengulangan

Pengulangan kata membuat tulisan terasa monoton. Contohnya: Buku itu sangat menarik. Buku itu juga memiliki alur yang bagus. Buku itu membuat saya ingin membacanya lagi. Lebih baik ditulis seperti ini: Buku itu sangat menarik. Selain memiliki alur yang bagus, novel tersebut juga membuat saya ingin membacanya lagi. Variasi kata membuat tulisan terasa lebih hidup.

7. Perhatikan Spasi

Ini sering tidak disadari. Contoh yang benar: Halo, apa kabar? Bukan: Halo , apa kabar ? Dalam bahasa Indonesia, spasi diberikan setelah tanda baca, bukan sebelumnya. Memang terlihat kecil, tetapi detail seperti ini membuat tulisan terlihat jauh lebih rapi.

8. Gunakan Paragraf Pendek

Kalau kamu menulis untuk blog, hindari paragraf yang terlalu panjang. Pembaca internet cenderung melakukan scroll dengan cepat. Kalau mereka melihat satu paragraf berisi sepuluh baris sekaligus, biasanya langsung malas membaca. Idealnya satu paragraf terdiri dari dua hingga lima kalimat. Tulisan jadi lebih ringan dan nyaman dilihat, terutama di layar ponsel.

9. Jangan Terlalu Banyak Menggunakan Kata Sambung

Kata seperti: yang, dan, karena, sehingga memang penting, tetapi kalau digunakan terlalu sering, tulisan akan terasa berputar-putar. Misalnya: Buku yang saya beli yang kemarin yang ada di toko itu ternyata sangat bagus. Lebih enak dibaca jika ditulis: Buku yang saya beli kemarin ternyata sangat bagus. Lebih singkat, tetapi maknanya tetap sama.

10. Biasakan Membaca Ulang Tulisan

Ini adalah kebiasaan yang dimiliki hampir semua penulis profesional. Jangan langsung menekan tombol Publikasikan setelah selesai menulis. Diamkan tulisan selama beberapa menit, lalu baca kembali dari awal. Biasanya kamu akan menemukan:

  • salah ketik,
  • tanda baca yang kurang,
  • kata yang berulang,
  • kalimat yang terasa aneh,
  • atau paragraf yang kurang nyambung.

Percayalah, proses editing sering kali lebih penting daripada proses menulis itu sendiri.

11. Rajin Membaca Buku

Kalau ingin menjadi penulis yang baik, jadilah pembaca yang baik terlebih dahulu. Saat membaca buku berkualitas, tanpa sadar kamu akan belajar tentang:

  • cara menyusun kalimat,
  • memilih diksi,
  • membuat paragraf yang nyaman,
  • menggunakan dialog,
  • hingga menjaga ritme tulisan.

Semakin banyak membaca, semakin kaya gaya menulismu.

12. Manfaatkan Aplikasi Pemeriksa Ejaan

Saat ini sudah banyak aplikasi yang dapat membantu mengecek kesalahan penulisan. Namun, jangan bergantung sepenuhnya pada aplikasi. Jadikan alat tersebut sebagai bantuan, bukan sebagai guru utama. Pemahaman terhadap EYD tetap menjadi modal terpenting bagi seorang penulis.

Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Penulis Pemula

Kalau diperhatikan, ada beberapa kesalahan yang hampir selalu muncul, yaitu:

  • Menulis “di” secara salah.
  • Menggunakan huruf kapital sembarangan.
  • Terlalu banyak tanda seru.
  • Paragraf terlalu panjang.
  • Mengulang kata yang sama berkali-kali.
  • Salah memilih kata baku.
  • Tidak membaca ulang tulisan sebelum dipublikasikan.

Kalau kamu bisa menghindari tujuh kesalahan di atas, kualitas tulisanmu akan meningkat cukup signifikan.

Penutup

Menulis rapi sesuai EYD bukan berarti tulisan harus terasa formal atau membosankan. Justru dengan penulisan yang benar, pembaca akan lebih nyaman menikmati isi tulisan tanpa terganggu oleh kesalahan-kesalahan kecil. Ingat, pembaca mungkin bisa memaklumi satu atau dua typo. Namun, jika kesalahan ejaan muncul di hampir setiap paragraf, kredibilitas penulis bisa ikut dipertanyakan.

Mulailah dari kebiasaan sederhana: gunakan huruf kapital dengan benar, perhatikan tanda baca, pilih kata baku, dan jangan lupa membaca ulang sebelum menerbitkan tulisan. Seiring waktu, kemampuan menulismu akan berkembang. Bukan hanya lebih rapi, tetapi juga lebih profesional dan menyenangkan untuk dibaca.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apakah EYD dan PUEBI itu sama? Tidak sepenuhnya. EYD adalah istilah yang lebih lama, sedangkan pedoman yang berlaku saat ini adalah PUEBI. Namun, banyak orang masih menggunakan istilah EYD karena sudah lebih dikenal.

Apakah penulis novel harus mengikuti EYD? Ya. Walaupun novel memberi kebebasan dalam gaya bahasa dan dialog, aturan ejaan tetap penting agar pembaca mudah memahami isi cerita.

Bagaimana cara cepat belajar EYD? Mulailah dengan sering membaca buku berkualitas, membuka KBBI ketika ragu, mempelajari aturan dasar PUEBI, dan membiasakan mengedit tulisan sebelum dipublikasikan.


Menulis rapi dan profesional memang butuh proses. Kalau kamu butuh beta reader, teman diskusi untuk mengecek typo, atau sekadar support system agar konsisten menulis, mari merapat ke Komunitas Penulis Online Produktif (KPOP). Klik di sini untuk bergabung dan berkarya bersama!

saiyaara dolunay author

Saiyaara Dolunay

Saiyaara Dolunay adalah penulis spesialis malebook yang mengangkat hiruk-pikuk kehidupan urban dan perjuangan batin manusia. Memandang semesta sebagai metafora, ia menulis fiksi dan quotes untuk menyuarakan keheningan dan harapan. Selain berkarya lewat tulisan, Saiyaara juga aktif berbagi ilmu literasi sebagai pemateri kelas menulis online.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *